Komunikasi data adalah proses pengiriman dan penerimaan data/informasi dari dua atau lebih device (alat, seperti komputer / laptop / printer / dan alat komunikasi lain) yang terhubung dalam sebuah jaringan.Lapisan-lapisan komunikasi data biasanya menggunakan standar OSI. Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for Open Networking adalah sebuah model arsitektur jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standarization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari (Open System Interconnection). Model ini disebut juga dengan "Model Tujuh Lapis OSI" (OSI Seven Layer Models).
Definisi Media Transmisi
Media transmisi adalah media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (data), karena jarak yang jauh, maka data terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi data. Media transmisi digunakan pada beberapa peralatan elektronika untuk menghubungkan antara pengirim dan penerima supaya dapat melakukan pertukaran data. Beberapa alat elektronika, seperti telepon, komputer, televisi, dan radio membutuhkan media transmisi untuk dapat menerima data. Seperti pada pesawat telepon, media transmisi yang digunakan untuk menghubungkan dua buah telepon adalah kabel. Setiap peralatan elektronika memiliki media transmisi yang berbeda-beda dalam pengiriman datanya.
Open Wire
Pada awal mula hampir semua sambungan telepon dibuat dari sarana sepasang kawat yang direntangkan diantara tiang-tiang telepon.Berpasang-pasang kawat yang direntangkan dari isolator pada persilangan tiang-tiang.Kawatnya terbuat dari tembaga,atau baja yang dilapisi tembaga baja untuk kekuatannya,tembaga untuk kekuatannya,tembaga untuk konduktivitasnya.Pada frekuensi di atas 1000 Hz,sebagian besar arus mengalir di bagian “kulit luar” kawat,yaitu di lapisan tembaga.Kawat dalam setiap pasangan ini berdiameter sekitar 0,128 inci dan jaraknya sekitar 8 sampai 12 inci.
Sepasang kawat ini dapat merambat percakapan telepon jarak jauh tanpa memerlukan penguatan.Dengan kawat semacam itulah,sebagai contoh,orang New York dapat berbicara dengan orang Denver sebelum penguat yang terbuat dari tabung hampa udara ditemukan.Kini sering kali diperlukan untuk mengirimkan beberapa channel suara bersama-sama melalui sepasang kawat yang sama.Ini memerlukan frekuensi lebih tinggi,dan pada frekuensi yang lebih tinggi penurunan (attenution) akan lebih besar.Oleh karena itu dipasang lebih banyak penguat (amplifier) dalam jalur itu.
Wire Pair (sepasang kawat) ini rentan terhadap Crosstalk (kebocoran percakapan).Kopling induktif atau elektromagnet akan menghasilkan interferensi,dan percakapan pada salah satu pasangan akan sayup-sayup terdengar oleh pasangan kawat didekatnya.Penambahan jarak pemisahan antar masing-masing pasangan dan pemutaran periodik dari kawat ini mengurangi interferensi ini sampai ketingkat dapat diabaikan.Kondisi cuaca mempengaruhi hilangnya attenuasi (penurunan) pada jalur open wire ini.Kebocoran terjadi pada isolator bila basah.Resistansi kawat meningkat sejalan dengan temperaturnya,dan kondisi basah dan lembab meningkatkan penurunannya.
Twisted-Pair Cable
Kabel twisted-pair terdiri atas dua jenis yaitu shielded twisted pair biasa disebut STP dan unshielded twisted pair (tidak memiliki selimut) biasa disebut UTP. Kabel twisted-pair terdiri atas dua pasang kawat yang terpilin. Twisted-pair lebih tipis, lebih mudah putus, dan mengalami gangguan lain sewaktu kabel terpuntir atau kusut. Keunggulan dari kabel twisted-pair adalah dampaknya terhadap jaringan secara keseluruhan: apabila sebagian kabel twisted-pair rusak, tidak seluruh jaringan terhenti, sebagaimana yang mungkin terjadi pada coaxial. Kabel twisted-pair terbagi atas dua yaitu:
· Shielded Twisted-Pair (STP)
Kabel STP tidak dapat dipakai dengan jarak lebih jauh sebagaimana media-media lain (seperti kabel coaxial) tanpa bantuan device penguat (repeater).
ü Kecepatan dan keluaran: 10-100 Mbps
ü Biaya rata-rata per node: sedikit mahal dibadingkan UTP dan coaxial
ü Media dan ukuran konektor: medium
ü Panjang kabel maksimum yang diizinkan : 100m (pendek).
· Unshielded Twisted-Pair (UTP)
Untuk UTP terdapat pula pembagian jenis yakni:
ü Category 1 : sifatnya mampu mentransmisikan data kecepatan rendah. Contoh: kabel telepon.
ü Category 2 : sifatnya mampu mentransmisikan data lebih cepat dibanding category 1. Dapat digunakan untuk transmisi digital dengan bandwidth hingga 4 MHz.
ü Category 3 : mampu mentransmisikan data hingga 16 MHz.
ü Category 4 : mamu mentransmisikan data hingga 20 MHz.
ü Category 5 : digunakan untuk transmisi data yang memerlukan bandwidth hingga 100 MHz.
a. Fiber-Optic Cable (Kabel Serat Optik)
Kabel fiber optic merupakan media networking yang mampu digunanakan untuk transmisi-transmisi modulasi. Jika dibandingkan media-media lain, fiber optic memiliki harga lebih mahal, tetapi cukup tahan terhadap interferensi elektromagnetis dan mampu beroperasi dengan kecepatan dan kapasitas data yang tinggi. Kabel fiber optic dapat mentransmisikan puluhan juta bit digital perdetik pada link kabel optic yang beroperasi dalam sebuah jaingan komersial. Ini sudah cukup utnuk mengantarkan ribuan panggilan telepon.
Beberapa keuntungan kabel fiber optic:
ü Kecepatan: jaringan-jaringan fiber optic beroperasi pada kecepatan tinggi, mencapai gigabits per second;
ü Bandwidth: fiber optic mampu membawa paket-paket dengan kapasitas besar;
ü Distance: sinyal-sinyal dapat ditransmisikan lebih jauh tanpa memerlukan perlakuan “refresh” atau “diperkuat”;
ü Resistance: daya tahan kuat terhadap imbas elektromagnetik yang dihasilkan perangkat-perangkat elektronik seperti radio, motor, atau bahkan kabel-kabel transmisi lain di sekelilingnya.
ü Maintenance: kabel-kabel fiber optic memakan biaya perawatan relative murah.
Tipe-tipe kabel fiber optic:
ü Kabel single mode merupakan sebuah serat tunggal dari fiber glass yang memiliki diameter 8.3 hingga 10 micron. (satu micron besarnya sekitar 1/250 tebal rambut manusia)
ü Kabel multimode adalah kabel yang terdiri atas multi serat fiber glass, dengan kombinasi (range) diameter 50 hingga 100 micron. Setiap fiber dalam kabel multimode mampu membawa sinyal independen yang berbeda dari fiber-fiber lain dalam bundel kabel.
ü Plastic Optical Fiber merupakan kabel berbasis plastic terbaru yang memiliki performa familiar dengan kabel single mode, tetapi harganya sedikit murah.
Kontruksi kabel fiber optic
ü Core: bagian ini merupakan medium fisik utama yang mengangkut sinyal-sinyal data optical dari sumber ke device penerima. Core berupa helai tunggal dari glass atau plastik yang kontinyu (dalam micron). Semakin beasr ukuran core, semakin banyak data yang dapat diantarkan. Semua kabel fiber optic diukur mengacu pada diameter core-nya.
ü Cladding: merupakan lapisan tipis yang menyelimuti fiber core.
ü Coating: adalah lapisan plastik yang menyelimuti core dan cladding. Penyangga coating ini diukur dalam micron dan memilki range 250 sampai 900 micron.
ü Strengthening fibers: terdiri atas beberapa komponen yang dapat menolong fiber dari benturan kasar dan daya tekan tak terduga selama instalasi
ü Cable jacket: merupakan lapisan terluar dari keseluruhan badan kabel.
Simpulan
Dari makalah yang telah disusun, maka dapat disampaikan beberapa simpulan, antaralain:
1. Media transmisi adalah media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi (data), karena jarak yang jauh, maka data terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi data.
2. Guided media menyediakan jalur transmisi sinyal yang terbatas secara fisik, meliputi twisted-pair cable, coaxial cable (kabel koaksial) dan fiber-optic cable (kabel serat optik).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar