ARSITEKTUR KOMUNIKASI DATA
Arsitektur Komunikasi Data merupakan urutan proses kerja pada sebuah Host untuk proses pengiriman atau penerimaan. Komunikasi data cepat atau lambat akhirnya akan menuju jaringan atau Network. Hubungan komunikasi data yang paling sederhana adalah titik ke titik yang hanya melibatkan sebuah sumber (source atau transmitter) dan sebuah penerima (receiver). Apabila hubungan tersebut dikembangkan dengan melibatkan penerima yang lain (juga titik ke titik) maka mulailah komunikasi data tersebut menjadi suatu hubungan jaringan. Selain itu melibatkan sistem komputer, sehingga dapat saling menggunakan sumber daya sepeti disk drive, tape drive, printer, perangkat lunak, data, dan sebagainya yang dimiliki oleh masing-masing sistem komputer tersebut.
Jaringan komunikasi data merupakan dasar dari konsep pemrosesan terdistribusi (distributed processing) yang memungkinkan pengolahan data tidak hanya dilakukan pada sebuah sistem komputer tetapi pada berbagai sistem komputer yang seringkali juga terletak pada satu lokasi yang sama maupun pada lokasi yang berbeda.
ISDN (Integrated Service Digital Network), adalah arsitektur jaringan komunikasi digital yang memungkinkan komunikasi suara, data,teks dan video dapat dilakukan secara serentak. Jasa kemudahan ini telah memberikan kegairahan diantara pemakai komputer pribadi yang menemui kesulitan menunggu lama dalam mengakses internet. Waktu tunggu ini dapat dipersingkat sampai empat kali lebih cepat dengan layanan ISDN ini. Suatu adapter terminal yang mirip dengan modem ditambahkan ke komputer dengan biaya pemasangan satau kali waktu pasang dan selanjutnya biaya langganan setiap bulan.
Manfaat Jaringan Komunikasi Data :
Manfaat Jaringan Komunikasi Data :
1. Memungkinkan beberapa sistem komputer saling berbagi (sharing) sumber daya secara bersama. Sehingga bersifat ekonomis.
2. Menambah manfaat komputer karena jaringan memperluas kegunaan dan daya guna sistem komputer yang saling dihubungkan dengan jaringan tersebut sehingga terminal dengan terminal dapat berkomunikasi, tukar menukar data, dan dapat menggantikan fungsi surat menyurat.
3. Memungkinkan berbagai macam merk komputer saling berhubungan, dengan demikian pemakai tidak tergantung pada satu vendor/penjual.
4. Memungkinkan pengembangan sistem komputer secara relatif lebih mudah dan menyebabkan sistem komputer menjadi lebih fleksibel.
5. Pengolahan terdistribusi, sehingga dapat mencegah ketergantungan kepada pusat atau central processor atau tidak tergantung pada satu sistem komputer saja.
6. Memungkinkan integrasi berbagai macam aplikasi yang dijalankan pada berbagai macam sistem komputer. Data yang dihasilkan oleh satu bagian dapat segera digunakan oleh departemen lain dan sebaliknya.
7. Melalui jaringan komunikasi global (internet dan intranet) memungkinkan dibuat sarana Pemasaran dan promosi yang dikenal dengan web site atau homepage, perdagangan yang dikenal dengan e-commerce, surat menyurat elektronik (e-mail), pembelajaran jarak jauh yang dikenal dengan istilah e-learning atau distance learning, dan pelaksanaan konferenasi jarak jauh yang disebut dengan teleconference, serta untuk pelaksanaan pelayanan masyarakat oleh pemerintahan daerah kabupaten/kota dan propinsi serta departemen yang dikenal dengan istilah e-government.
A THREE LAYER MODEL (MODEL TIGA LAYER )
Pada model ini terdapat tiga layer yaitu :
· network access layer : bersangkutan dengan pertukaran data antara suatu
komputer dengan suatu jaringan yang dituju. Komputer pengirim harus
melengkapi jaringan dengan alamat komputer tujuan agar jaringan dapat
meneruskan data ke tujuan yang diinginkan. Komputer pengirim mungkin
memiliki beberapa service seperti prioritas, yang tergantung dari layer pada
jaringan yang memisahkan fungsi yang harus dikerjakan access jaringan
kedalam layer yang terpisah. Layer yang sama tinggi mengadakan fungsi yang
sama.
komputer dengan suatu jaringan yang dituju. Komputer pengirim harus
melengkapi jaringan dengan alamat komputer tujuan agar jaringan dapat
meneruskan data ke tujuan yang diinginkan. Komputer pengirim mungkin
memiliki beberapa service seperti prioritas, yang tergantung dari layer pada
jaringan yang memisahkan fungsi yang harus dikerjakan access jaringan
kedalam layer yang terpisah. Layer yang sama tinggi mengadakan fungsi yang
sama.
· Transport layer : dimana terdapat mekanisme pertukaran data dimana data
harus tiba di aplikasi tujuan dan dalam bentuk yang sama.
harus tiba di aplikasi tujuan dan dalam bentuk yang sama.
· Application layer : mengandung logic untuk mendukung variasi penggunaan
aplikasi. Untuk tiap aplikasi yang berbeda, seperti transfer file, dibutuhkan
modul terpisah yang khusus untuk aplikasi tersebut.
aplikasi. Untuk tiap aplikasi yang berbeda, seperti transfer file, dibutuhkan
modul terpisah yang khusus untuk aplikasi tersebut.
Tiap komputer mengandung software pada akses jaringan (network access ) dan transport
layer dan software pada application layer untuk satu atau lebih aplikasi. Dalam hal ini perlu dua level pengalamatan. Tiap komputer pada jaringan harus mempunyai address (alamat) sendiri agar jaringan dapat mengirim data ke komputer yang diinginkan. Tiap aplikasi pada komputer harus mempunyai alamat yang khusus pada komputer tersebut agar transport layer dapat mengirim data ke aplikasi yang diminta. Pengalamatanpengalamatan ini dikenal sebagai service access points (SAPs), yang mengandung arti bahwa tiap aplikasi mengakses sendiri service dari transport layer.
Protokol adalah sekumpulan aturan (format, control code, prosedur) yang menunjukkan dua entity
bekerja sama menukar data.
layer dan software pada application layer untuk satu atau lebih aplikasi. Dalam hal ini perlu dua level pengalamatan. Tiap komputer pada jaringan harus mempunyai address (alamat) sendiri agar jaringan dapat mengirim data ke komputer yang diinginkan. Tiap aplikasi pada komputer harus mempunyai alamat yang khusus pada komputer tersebut agar transport layer dapat mengirim data ke aplikasi yang diminta. Pengalamatanpengalamatan ini dikenal sebagai service access points (SAPs), yang mengandung arti bahwa tiap aplikasi mengakses sendiri service dari transport layer.
Protokol adalah sekumpulan aturan (format, control code, prosedur) yang menunjukkan dua entity
bekerja sama menukar data.
Aplikasi yang terdiri dari satu blok data dikirim ke transport layer. Pada transport layer, blok ini akan dipecah ke dalam dua bagian yang lebih kecil yang terdiri dari transport header (mengandung protokol informasi) dan data apllikasi. Kombinasi ini dikenal sebagai protocol data unit (PDU). Dalam kasus ini, hal tersebut dinyatakan sebagai transport PDU. Header ini mengandung kontrol informasi untuk digunakan oleh peer transport protocol pada komputer lain.
Contoh hal yang mungkin termasuk dalam header ini:
Contoh hal yang mungkin termasuk dalam header ini:
· destination SAP : transport layer tujuan harus tahu kepada siapa data dikirim ketika menerima transport PDU
· sequence number : suatu transport protocol mengirim serangkaian PDU, sekaligus menomorinya sehingga jika mereka tiba di luar permintaaan, transport entity tujuan akan meminta ulang mereka
· error-detection code : pengiriman transport entity dapat termasuk suatu kode yang berfungsi sebagai pengingat dari PDU. Penerima transport protocol menerima kalkulasi yang sama dan membandingkan hasilnya dengan kode yang masuk. Ketidaksesuaian hasil bila terjadi error dalam transmisi. Dalam kasus ini, receiver dapat membuang PDU itu dan mengambil tindakan koreksi.
Berikutnya melangkah ke network layer, dimana data dari transport layer ditambahkan suatu network access header oleh network access protocol, menghasilkan suatu network access PDU. Contoh hal yang mungkin termasuk dalam header ini :
· destination computer address : jaringan harus tahu untuk siapa (komputer
mana pada jaringan ) data dikirim.
mana pada jaringan ) data dikirim.
· facilities request network access protocol : mungkin menginginkan jaringan
dipakai untuk fasilitas-fasilitas tertentu seperti prioritas.
dipakai untuk fasilitas-fasilitas tertentu seperti prioritas.
THE OSI (OPEN SYSTEM INTERCONNECTION) 7 LAYERS MODEL
OSI (Open System Interconnection) OSI dikeluarkan oleh ISO (International Organization Standardization) di Eropa pada tahun 1977. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model). Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). Maka tugas OSI disini adalah sebagai penyeragam/menunjang interoperatibilitas proses dari produk suatu Vendor yang berbeda.Model referensi ini pada awalnya ditujukan sebagai basis untuk mengembangkan protokol-protokol jaringan, meski pada kenyataannya inisatif ini mengalami kegagalan.
Standar model referensi ini, jika dibandingkan dengan model referensi DARPA (Model Internet) yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF), sangat berdekatan. Model DARPA adalah model basis protokol TCP/IP yang populer digunakan. Model referensi ini dianggap sangat kompleks. Beberapa fungsi (seperti halnya metode komunikasi connectionless) dianggap kurang bagus, sementara fungsi lainnya (seperti flow control dan koreksi kesalahan) diulang-ulang pada beberapa lapisan. Pertumbuhan internet dan protokol TCP/IP (sebuah protokol jaringan dunia nyata) membuat OSI Reference Model menjadi kurang diminati.
Masalah utama dalam komunikasi antar komputer dari vendor yang berbeda adalah karena mereka mengunakan protocol dan format data yang berbeda-beda. Untuk mengatasi ini, International Organization for Standardization (ISO) membuat suatu arsitektur komunikasi yang dikenal sebagai Open System Interconnection (OSI) model yang mendefinisikan standar untuk menghubungkan komputer-komputer dari vendor-vendor yang berbeda.
Model-OSI tersebut terbagi atas 7 layer, dan layer kedua juga memiliki sejumlah sub-layer (dibagi oleh Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE)). Perhatikan tabel berikut:
| 7th | - Layer : Application | Services |
| 6th | - Layer : Presentation | Services |
| 5th | - Layer : Session | Communications |
| 4th | - Layer : Transport | Communications |
| 3rd | - Layer : Network | Communications |
| 2nd | - Layer : Data-link | Physical connections |
| 1st | - Layer : Physical | Physical connections |
Layer-layer tersebut disusun sedemikian sehingga perubahan pada satu layer tidak membutuhkan perubahan pada layer lain. Layer teratas (5, 6 and 7) adalah lebih cerdas dibandingkan dengan layer yang lebih rendah; Layer Application dapat menangani protocol dan format data yang sama yang digunakan oleh layer lain, dan seterusnya. Jadi terdapat perbedaan yang besar antara layer Physical dan layer Application.
Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.
Open” dalam OSI adalah untuk menyatakan model jaringan yang melakukan interkoneksi tanpa memandang perangkat keras/ “hardware” yang digunakan, sepanjang software komunikasi sesuai dengan standard. Hal ini secara tidak langsung menimbulkan “modularity” (dapat dibongkar pasang).
“Modularity” mengacu pada pertukaran protokol di level tertentu tanpa mempengaruhi atau merusak hubungan atau fungsi dari level lainnya.
Dalam sebuah layer, protokol saling dipertukarkan, dan memungkinkan komunikasi terus berlangsung. Pertukaran ini berlangsung didasarkan pada perangkat keras “hardware” dari vendor yang berbeda dan bermacam-macam alasan atau keinginan yang berbeda.
Dalam sebuah layer, protokol saling dipertukarkan, dan memungkinkan komunikasi terus berlangsung. Pertukaran ini berlangsung didasarkan pada perangkat keras “hardware” dari vendor yang berbeda dan bermacam-macam alasan atau keinginan yang berbeda.
Layer-layer pada model OSI :
1. 1. Layer Physical
Ini adalah layer yang paling sederhana; berkaitan dengan electrical (dan optical) koneksi antar peralatan. Data biner dikodekan dalam bentuk yang dapat ditransmisi melalui media jaringan, sebagai contoh kabel, transceiver dan konektor yang berkaitan dengan layer Physical. Peralatan seperti repeater, hub dan network card adalah berada pada layer ini.
2. 2. Layer Data-link
Layer ini sedikit lebih “cerdas” dibandingkan dengan layer physical, karena menyediakan transfer data yang lebih nyata. Sebagai penghubung antara media network dan layer protocol yang lebih high-level, layer data link bertanggung-jawab pada paket akhir dari data binari yang berasal dari level yang lebih tinggi ke paket diskrit sebelum ke layer physical. Akan mengirimkan frame (blok dari data) melalui suatu network. Ethernet (802.2 & 802.3), Tokenbus (802.4) dan Tokenring (802.5) adalah protocol pada layer Data-link.
3. 3. Layer Network
Tugas utama dari layer network adalah menyediakan fungsi routing sehingga paket dapat dikirim keluar dari segment network lokal ke suatu tujuan yang berada pada suatu network lain. IP, Internet Protocol, umumnya digunakan untuk tugas ini. Protocol lainnya seperti IPX, Internet Packet eXchange. Perusahaan Novell telah memprogram protokol menjadi beberapa, seperti SPX (Sequence Packet Exchange) & NCP (Netware Core Protocol). Protokol ini telah dimasukkan ke sistem operasi Netware. Beberapa fungsi yang mungkin dilakukan oleh Layer Network
- Membagi aliran data biner ke paket diskrit dengan panjang tertentu
- Mendeteksi Error
- Memperbaiki error dengan mengirim ulang paket yang rusak
- Mengendalikan aliran
4. 4. Layer Transport
Layer transport data, menggunakan protocol seperti UDP, TCP dan/atau SPX (Sequence Packet eXchange, yang satu ini digunakan oleh NetWare, tetapi khusus untuk koneksi berorientasi IPX). Layer transport adalah pusat dari mode-OSI. Layer ini menyediakan transfer yang reliable dan transparan antara kedua titik akhir, layer ini juga menyediakan multiplexing, kendali aliran dan pemeriksaan error serta memperbaikinya.
5. 5. Layer Session
Layer Session, sesuai dengan namanya, sering disalah artikan sebagai prosedur logon pada network dan berkaitan dengan keamanan. Layer ini menyediakan layanan ke dua layer diatasnya, Melakukan koordinasi komunikasi antara entiti layer yang diwakilinya. Beberapa protocol pada layer ini: NETBIOS: suatu session interface dan protocol, dikembangkan oleh IBM, yang menyediakan layanan ke layer presentation dan layer application. NETBEUI, (NETBIOS Extended User Interface), suatu pengembangan dari NETBIOS yang digunakan pada produk Microsoft networking, seperti Windows NT dan LAN Manager. ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol). PAP (Printer Access Protocol), yang terdapat pada printer Postscript untuk akses pada jaringan AppleTalk.
6. 6. Layer Presentation
Layer presentation dari model OSI melakukan hanya suatu fungsi tunggal: translasi dari berbagai tipe pada syntax sistem. Sebagai contoh, suatu koneksi antara PC dan mainframe membutuhkan konversi dari EBCDIC character-encoding format ke ASCII dan banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Kompresi data (dan enkripsi yang mungkin) ditangani oleh layer ini.
7. 7. Layer Application
Layer ini adalah yang paling “cerdas”, gateway berada pada layer ini. Gateway melakukan pekerjaan yang sama seperti sebuah router, tetapi ada perbedaan diantara mereka. Layer Application adalah penghubung utama antara aplikasi yang berjalan pada satu komputer dan resources network yang membutuhkan akses padanya. Layer Application adalah layer dimana user akan beroperasi padanya, protocol seperti FTP, telnet, SMTP, HTTP, POP3 berada pada layer Application.
KOMPONEN JARINGAN DAN PROTOKOL LAYER
- Layer 1 – Physical
| Network components:
| Protocols:
|
2. Layer 2 – Datalink
| Network components:
| Protocols: Media Access Control: Communicates with the adapter card Controls the type of media being used:
Logical Link Control
802.2 Logical Link Control |
3. Layer 3 (Network)
| Network components:
| Protocols:
|
4. Layer 4 – Transport
| Network components:
| Protocols:
|
5. Layer 5 – Session
| Network components:
| Protocols:
|
6. Layer 6 – Presentation
| Network components:
| Protocols:
|
7. Layer 7 – Application
| Network components:
| Protocols:
|
ARSITEKTUR DAN PROTOKOL
Protokol standar pada internet dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).Protokol ini memiliki kemampuan untuk bekerja diatas segala jenis komputer, tanpa terpengaruh oleh perbedaan perangkat keras maupun sistem operasi yang digunakan. Sebuah sistem komputer yang terhubung secara langsung ke jaringan memiliki nama domain dan alamat IP (Internet Protocol) dalam bentuk numerik dengan format tertentu sebagai pengenal. Internet juga memiliki gateway ke jaringan dan layanan yang
berbasisprotokol lainnya.
TCP/IP merupakan konsep berbasis-Internet dan merupakan kerangka kerja untuk membangun jangkauan lengkap dari standar komunikasi komputer. Secara maya, semua vektor komputer sekarang menyediakan pendukung untuk arsitektur ini. Arsitektur lain yang terkenal adalah model acuan interkoneksi sistem terbuka( Open System Interconnection-OSI). OSI adalah sebuah arsitektur terstandar yang sering digunakan untu mendeskripsikan fungsi-fungsi komunikasi , tetapi sekarang jarang diimplementasikan.